BIROKRASI EKONOMI & BISNIS

Mengulik Trik Insentif Pemerintah Daerah

Insentif adalah kata yang sering kita dengar. Paling akrab barangkali dalam konteks pendapatan pekerja. Ya, insentif berarti pemberian bonus atau hadiah. Bagi pegawai, insentif adalah tambahan penghasilan atas imbal jasa yang dinilai lebih. Dalam dunia investasi, insentif adalah pengurangan atau pembebasan biaya pengurusan izin atau fiskal.

Insentif sering juga disebut bonus. Dalam bidang personalia, bonus  diberikan dengan maksud untuk mendorong disiplin, prestasi atau kreativitas pegawai. Bagi investor insentif dimaksudkan untuk mendorong pembukaan investasi baru pada sektor atau daerah yang ditargetkan oleh pemerintah. Intinya, insentif atau bonus diberikan agar yang diberi insentif tertarik untuk melakukan sesuatu yang diinginkan oleh si pemberi insentif. Dalam dunia perdagangan, penjual sering menggunakan program bonus untuk menggoda calon pembelinya.

Ada satu bentuk insentif menarik lain yang ingin saya bahas di sini, yakni insentif pemerintah kepada masyarakat. Ketika pemerintah ingin mencapai suatu hasil dari program yang dicanangkan, dimana masyarakat adalah subyek yang harus melakukan satu hal tertentu, maka pemerintah yang baik akan memberikan insentif. Masih ingat program transmigrasi di masa pemerintahan Soeharto? Agar penduduk di pulau Jawa mau pindah ke daerah lain maka diberikanlah insentif berupa tanah, rumah, lahan pertanian dan biaya operasional.

Suatu ketika pemerintah daerah ingin menata keindahan dan ketertiban kota dengan merelokasi pedagang kaki lima. Pemda kemudian menganalisa permasalahan dan memikirkan apa yang harus ditawarkan kepada PKL agar mau segera pindah. Pemda pun memberikan insentif. Tawaran biaya pindah, toko gratis di tempat tujuan dan promosi usaha gratis dilemparkan kepada PKL. Kiat inilah yang dilakukan mantan Walikota Solo, Joko Widodo, dan sebagaimana anda tahu itu berhasil. Baru-baru ini Pemprov DKI menawarkan rumah susun kepada warga yang tinggal di bantaran sungai yang kerap menjadi korban banjir tahunan. Bagaimana cara Pemprov DKI “membujuk” warga tersebut? Diberikan bonus satu unit pesawat televisi dan lemari bagi warga yang bersedia pindah hingga tanggal 27 Januari 2013.

Metode-metode seperti inilah yang perlu dikedepankan dalam pengelolaan masyarakat. Selain mencapai situasi win-win solution, juga terlihat manusiawi dan terbukti ampuh. Lihat saja para pelaku usaha yang sukses meraih target dengan trik-trik bonusnya. Bukan sebaliknya mengutamakan unsur pemaksaan dan kekerasan kepada masyarakat yang justru memberi amanah.

Dipublikasi: 27 Januari 2013

Please follow, like, and share this page:

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *