FOTOGRAFI

Kiat Memilih Jasa Fotografi Prewedding/Wedding

Jika Anda browsing di internet atau tanya ke teman-teman, maka Anda akan melihat betapa beragamnya tarif jasa fotografi untuk prewedding atau wedding. Mengapa harganya bisa jauh berbeda? Kebanyakan klien memilih jasa fotografi dengan menggunakan metode belanja di pasar: Memilih harga termurah. Cara ini sungguh salah dan fatal, itu jika Anda memang merasa dokumentasi foto itu penting.

Anda perlu ingat bahwa foto adalah dokumen yang everlasting alias abadi. Adegan dalam foto tersebut tidak akan terulang lagi dan akan dilihat hingga puluhan tahun ke depan. Oleh karenanya perlu dipertimbangkan beberapa hal di bawah ini pada saat membandingkan penawaran jasa foto prewedding atau wedding.

 

KERUGIAN YANG BIASA DIALAMI KLIEN

  1. Kualitas foto tidak tajam dan resolusi kecil.
  2. Foto terlihat tidak istimewa karena komposisi dan sudut yang kurang pas, serta warna yang terkesan kurang kental atau malah terlalu pekat.
  3. Foto terlihat memudar setelah beberapa tahun.
  4. File foto yang diberikan terbatas, jika ingin menambah file lain harus bayar lebih.
  5. Fotografer kehilangan momen. Misalnya ketika prosesi atau ekspresi tertentu yang terlambat diabadikan.
  6. Kostum, spot, komposisi dan angle yang digunakan ternyata sama dengan banyak klien lain.
  7. Gaya foto tidak sesuai dengan selera yang diinginkan.
  8. Fotografer tidak paham jalannya upacara (wedding), sehingga banyak kehilangan momen dan tidak bisa membantu mengarahkan pengantin atau hadirin.

 

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Untuk menghindari kerugian-kerugian seperti di atas, Anda perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pastikan tim fotografer selalu memotret dengan setting kamera resolusi besar seperti Raw atau minimal L (Large). Tipe kamera dan lensa tentu turut mempengaruhi kualitas foto. Kamera dengan lensa mahal dan lebih baru tentunya menghasilkan foto yang lebih baik dari segi ketajaman dan warna meski tidak terlalu signifikan untuk cetakan berukuran jumbo hingga 10 inci.
  2. Jam terbang dan rasa seni fotografer sangat menentukan hasil jepretan. Fotografer pemula tentunya belum berpengalaman dalam berbagai hal teknis dan non teknis fotografi. Ditambah kemampuan dalam mengedit (retouch) foto. Beberapa jasa foto (biasanya yang bertarif murah) tidak mengedit foto atau sebaliknya terlalu banyak diedit hingga terkesan tidak natural. Sering terjadi foto-foto yang terlihat gelapa atau terlalu kuning setelah dicetak. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurang pengalamannya editor dalam menyesuaikan file di layar komputer dengan karakter mesin cetak. Editor yang berpengalaman biasanya menyesuai setting layar komputernya atau setting aplikasi photo editing-nya dengan karakter mesin cetak untuk menghindari hasil terlalu gelap atau warna yang berbeda.
  3. Jenis mesin, tinta dan kertas foto di pasaran saat ini cukup beragam seiring berkembangnya teknologi murah untuk printing. Kadangkala oknum jasa fotografi menekan harga produksi dengan menggunakan kualitas cetak yang sebenarnya bukan diciptakan untuk foto tetapi untuk bisnis instan printing lainnya yang tentu hanya dipakai dalam waktu relatif singkat seperti kartu nama, poster, dan spanduk. Oleh karena itu periksa contoh hasil cetak jasa fotografi tersebut sebelum melakukan deal.
  4. Pastikan pada perjanjian awal, jumlah foto yang dicetak dan file yang diberikan. Lebih baik memilih jasa fotografi yang memberikan seluruh file sehingga Anda bebas memilih foto yang Anda sukai tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
  5. Dianjurkan untuk menggunakan lebih dari satu fotografer. Bagaimana pun fotografer adalah manusia yang memliki keterbatasan ruang dan waktu. Meski ia menggunakan dua buah kamera, kadangkala posisi yang tidak menguntungkan dan ide di kepala yang sedang alpa membuat fotografer gagal mengabadikan momen bagus atau menciptakan pose yang menarik. Oleh karena itu, dua fotografer akan selalu lebih baik dalam menangkap momen. Jangan mudah tergiur dengan harga yang lebih murah karena ternyata menggunakan fotografer tunggal.
  6. Jangan mudah tergiur dengan penawaran harga murah dengan fasilitas kostum (gaun dan jas). Biasanya pilihan kostum tidak banyak sehingga kemungkinan besar telah dan akan banyak digunakan klien-klien yang lain sehingga foto Anda kehilangan originalitas dan eksklusivitasnya. Jasa fotografi yang kurang kreatif biasanya terjebak dengan komposisi, spot dan pose yang sama untuk semua kliennya. Di sinilah terletak perbedaan tarif yang dikenakan, yakni tingkat kreativitas yang tentunya memerlukan energi lebih besar. Untuk itu, lebih dianjurkan menggunakan kostum pribadi, jika pun menyewa sebaiknya menyewa di tempat lain. Kemudian cek rentetan portofolionya, apakah pose dan komposisinya variatif atau serupa.
  7. Setiap fotografer memiliki gaya khas yang berbeda-beda. Demikian pula dengan usaha jasa fotografi yang berbeda pula cara penyajian hasil fotonya. Anda harus benar-benar memilih jasa fotografi yang memang sesuai dengan selera Anda. Cara satu-satunya hanyalah dengan melihat portofolio dan membandingkannya. Sebagai contoh: Fotografi A memiliki ciri khas pose-pose lucu dan warna yang kaya dan kontras, sementara Fotografi B memiliki kelebihan pada warna minimalis dengan pose-pose anggun. Jika Anda menyukai foto-foto lucu untuk Prewedding Anda, datanglah kepada Fotografi A, demikian pula sebaliknya. Jangan paksakan Fotografi B untuk memotret dengan gaya A. Kemungkinan hasilnya akan kurang memuaskan selera Anda.
  8. Pilih fotografer yang sudah paham/pernah mengikuti prosesi pernikahan dalam konteks adat atau jenis resepsi yang akan Anda laksanakan.

 

Ada ungkapan yang mengatakan: Harga tidak bisa bohong. Peralatan mahal dan fotografer handal tidak mungkin memberikan harga di bawah kewajarannya, demikian juga sebaliknya. Namun harga mahal belum tentu menghasilkan foto yang bagus, sementara harga sedang bisa jadi setara dengan hasil jasa fotografi yang lebih mahal. Ada juga ungkapan lain yang mengatakan: Bandingkanlah apel dengan apel. Bandingkanlah satu jasa fotografi dengan yang lain yang menawarkan harga yang hampir sama, atau yang memiliki peralatan hampir sama. Intinya, indikator bagus itu adalah soal keseimbangan harga dengan hasil. Pilihan jasa fotografi yang terbaik bagi Anda adalah yang memberikan hasil paling baik dengan harga yang sesuai dengan anggaran. Selamat berfoto!

Please follow, like, and share this page:

2 COMMENTS

  1. Pengalaman menikah saat itu, kekurangan anggota dalam tim. Fotografer ada, video ada, yang kurangnya protokol nikah(moderator,mc/comblang). Padahal yg terpenting dalam pernikahan adat Tionghoa adalah Mc, untungnya fotografer sudah pengalaman meliput ratusan pernikahan, jadilah status ganda di acara pernikahan kami. Hahahhaa.

    • Eihh, terima kasih bang. Masukkannya sangat berharga. Dicopy ya untuk menyempurnakan artikel ini 🙂

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *