HUKUM & POLITIK

Uang atau Kerabat?

SUATU kali dalam sebuah perkumpulan bertetangga, seorang bapak membuka pembicaraan bahwa ada seorang calon legislatif (caleg)—alias anggota dewan yang terhormat—yang bersedia menyumbang sejumlah uang untuk kas perkumpulan kami itu jika saja kami bisa berkomitmen untuk memilih dia di hari pencoblosan. Pria paruh baya yang melontarkan tawaran itu kemudian memper-tanyakan pendapat hadirin.

Saya terdiam, meredam sedikit hentakan kaget di hati. Sibuk mempersiapkan jawaban jika seandainya pertanyaannya itu sampai kepadaku. Setelah beberapa menit berlalu tanpa jawaban dari anggota perkumpulan kecuali senyam-senyum sembari berbisik-bisik dengan orang di sebelahnya masing-masing, suara salah seorang ibu mengheningkan suasana. Ibu itu berkata bahwa ia tidak bisa berjanji untuk memilih orang yang dimaksud bapak tersebut karena ia sudah mempunyai pilihan sendiri, yaitu seorang caleg yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengannya.

Sejak era reformasi bergulir hampir dua puluh tahun dan legislatif pun telah dipilih secara langsung, saya pikir, saya adalah orang yang paling menentang ide pengembalian pemilihan anggota legislatif ke internal partai seperti halnya juga wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah ke DPRD.

Namun sekarang ini hampir-hampir pan-dangan saya berubah karena melihat masih banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak melek politik. Tidak, saya rasa lebih tepat tuna nurani. Sebab saban hari rakyat marah-marah, protes, mencerca instrumen pemerintahan—legislatif maupun eksekutif—karena kondisi negara yang dianggap tak sesuai harapannya. Padahal bagaimana negara ini bisa kunjung baik jika mental dan kesadaran warganya masih mencoblos berdasarkan alasan uang dan kerabat? Semoga saja warga golongan seperti ini terus berkurang persentasenya, jika negara ini memang ditakdirkan untuk maju suatu saat kelak.

Anda ingin tau kelanjutan cerita di perkumpulan bertetangga itu? Ternyata, eh, ternyata… sosok caleg yang disampaikan pria paruh baya dengan iming-iming sumbangan kas dan caleg yang disebut oleh seorang ibu sebagai pilihannya karena hubungan ke-keluargaan itu, adalah orang yang sama!

Setelah identitas itu terungkap, ruangan pun meledak riuh, ramai dengan gelak tawa. Perlahan saya beranjak dari tempat duduk, lalu pamit meninggalkan mereka dalam keseruannya.

23 Maret 2014

 

_______

Terdapat dalam buku LAMPYRIDAE, 2018

Untuk pemesanan sila kontak melalui email: berg@saturana.com atau WA: 082163884000

(Ilustrasi: pixabay.com)

Please follow, like, and share this page:

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *