EKONOMI & BISNIS

Usaha Kreatif

(Ilustrasi: pixabay.com)

Menurut Conny R. Semiawan kreatif adalah kemampuan untuk memberi suatu gagasan baru dalam pemecahan masalah.

Arti kreatif menurut Anderos (1961) adalah suatu proses pemikiran yang membantu mencetuskan berbagai gagasan baru yang merupakan salah satu sifat manusia yang dibentuk dari proses pengalaman sehingga menyebabkan orang tersebut bisa terus memperbaiki dan mengembangkan dirinya.

Sementara menurut Havvel (1962) defenisi kreatif adalah sebuah kemampuan untuk membuat suatu sistem atau komposisi yang baru.

Usaha dalam konteks bisnis adalah segala aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan materi dari produk yang dihasilkan. Dengan demikian usaha kreatif bisa diartikan sebagai aktivitas menghasilkan dan menjual produk jenis baru, baik yang sama sekali berbeda atau hasil modifikasi dari produk sebelumnya. Perlu diingat bahwa produk bukan hanya berbentuk barang tetapi juga dalam bentuk jasa.

Dewasa ini usaha kreatif sering disebut sebagai industri kreatif atau ekonomi kreatif. Istilah industri kreatif dipopulerkan oleh Kementerian Perdagangan RI (2009) yang didefenisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan keterampilan, kreativitas dan bakat individu dalam menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan. Industri ini akan berfokus untuk memberdayakan daya cipta dan daya kreasi suatu individu.

Sementara istilah ekonomi kreatif diperkenalkan oleh John Howkins (2001) yang didefenisikan sebagai kegiatan ekonomi yang menghasilkan ide, bukan hanya melakukan hal-hal rutin yang berulang. Dalam cetak biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2015, ekonomi kreatif didefenisikan sebagai era baru ekonomi yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Dalam artikel ini, penulis mewakilkan istilah-istilah tersebut diatas sebagai usaha kreatif. Usaha kreatif meliputi berbagai bidang usaha. Selama usaha tersebut menggunakan daya kreasi, menjual ide dan menghasilkan jenis-jenis produk baru, maka dapat dikategorikan sebagai usaha kreatif. Sebagai contoh, industri makanan adalah jenis usaha kuno yang mungkin ada sejak dahulu kala dimana sistem pertukaran barter telah dilakukan manusia, tetapi ketika usaha tersebut membuat kreasi-kreasi baru pada produknya, maka dapat disebut sebagai usaha kreatif.

Bidang Usaha Kreatif

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia merumuskan jenis industri kreatif dalam 15 sub-sektor, yakni:

  1. Periklanan
  2. Arsitektur
  3. Pasar barang seni
  4. Kerajinan
  5. Desain
  6. Fesyen (pakaian)
  7. Video, film dan fotografi
  8. Permainan interaktif
  9. Musik
  10. Seni pertunjukan
  11. Penerbitan dan percetakan
  12. Layanan komputer dan peranti lunak
  13. Televisi dan radio
  14. Riset dan pengembangan
  15. Kuliner

Sementara versi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), sub sektor ekonomi kreatif itu ada 16, yang sebenarnya kurang lebih sama, yaitu:

  1. Kuliner
  2. Fashion (pakaian)
  3. Kriya (kerajinan)
  4. Televisi dan radio
  5. Penerbitan
  6. Arsitektur
  7. Aplikasi dan game developer
  8. Periklanan
  9. Musik
  10. Fotografi
  11. Seni pertunjukan
  12. Desain produk
  13. Seni rupa
  14. Desain interior
  15. Film
  16. Desain komunikasi visual

Usaha kreatif disebut-sebut oleh berbagai pihak sebagai sektor yang memiliki kekuatan ekonomi besar di masa kini dan akan semakin besar di masa mendatang karena lebih mengandalkan sumber daya manusia. Oleh karena itu usaha kreatif sangat penting untuk didorong pengembangannya di Indonesia oleh semua pihak yang mempunyai akses dan singgungan area kerja. Selain kemudahan berusaha dan promosi seluas-luasnya yang dapat dilayani oleh pemerintah, permodalan tentunya menjadi tantangan pelaku usaha kreatif yang akan dapat dijawab oleh pihak perbankan dan perusahaan swasta.

Oleh: Bergman Siahaan

Please follow, like, and share this page:

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *