BIROKRASI

Siapakah Pelanggan Daerah?

Tidak ada perusahaan yang membantah kalau promosi itu penting dalam proses pengembangan usaha karena promosi merupakan bagian penting dari pemasaran. Pemasaran sendiri menjadi suatu seni dan ilmu yang dipelajari oleh berbagai pelajar dan mahasiswa di seluruh dunia.

Pemerintah di berbagai negara kemudian menerapkan ilmu pemasaran pada konteks daerah. Promosi daerah pun menjadi upaya wajib yang jamak dilakukan. Citra adalah hal terpenting yang selanjutnya akan diikuti oleh pertumbuhan ekonomi. Namun tidak sedikit pula orang yang mempertanyakan efektivitas kegiatan promosi. Untuk itu teori dan dasar hukum perlu dibuka kembali untuk menakar program promosi daerah yang ideal.

Pada dasarnya pemasaran adalah tentang membangun hubungan dengan pelanggan dan menciptakan nilai bagi pelanggan. Memahami kebutuhan konsumen adalah langkah paling awal dalam proses pemasaran yang kemudian diikuti dengan penetapan tujuan dan upaya yang ditempuh untuk memenangkan, mempertahankan, dan menumbuhkan konsu-men.

Satu hal yang pasti, pemasaran tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan dengan kolaborasi seluruh bagian dalam organisasi karena pemasaran sangat terkait dengan jenis dan kualitas produk, harga, prosedur, komunikasi, layanan pelanggan, dan kemitraan.

Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong (2012), secara sederhana defenisi pemasaran (marketing) adalah suatu proses pengelolaan hubungan pelanggan. Sedang sasarannya adalah mencari pelanggan baru dengan menjanjikan keung-gulan dan menjaga serta menumbuhkan pelanggan yang telah ada dengan cara memberikan kepuasan kepada mereka.

Secara luas pemasaran dapat diartikan sebagai proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh individual maupun kelompok dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui suatu proses penciptaan dan pertukaran produk dan nilai dengan pihak lain. Dapat diartikan bahwa pemasaran adalah upaya untuk menukar suatu produk yang dimiliki satu pihak dengan nilai yang dipunyai pihak lain, dimana seharusnya kedua pihak mencapai kepuasan.

Dalam konteks daerah, menurut Hermawan Kartajaya dan Yuswohady (2005) pemasaran daerah berarti mendesain suatu daerah agar mampu memenuhi dan memuaskan keinginan dan ekspektasi pelanggan. Menurut Kartajaya pelanggan daerah itu terdiri dari dua golongan. Pelanggan primer yakni:

  • Resident (penduduk)
  • Trader (pedagang)
  • Tourist (wisatawan)
  • Investor (penanam modal)

Kemudian pelanggan sekunder:

  • Talent (Sumber daya manusia berkualitas)
  • Developer (pengembang)
  • Organizer (penyelenggara)

Resident adalah penduduk yang memerlukan pelayanan publik termasuk hak mendapat informasi yang seluas-luasnya tentang layanan dan perkembangan daerah (Keterbukaan Informasi Publik), dimana penduduk telah memberikan pajak dan retribusi kepada pemerintah.

Trader adalah pedagang (pebisnis) yang menggerakkan ekonomi daerah dengan membeli dan menjual produk daerah sehingga mempengaruhi pertumbuhan wirausaha lokal.

Tourist adalah wisatawan yang “membeli” daya tarik wisata daerah sehingga menjadi kekuatan ekonomi tersendiri bagi daerah, bukan hanya melalui retribusi tetapi lebih luas dengan efek berlapis yang tercipta (multiplier effect).

Investor adalah pengusaha yang melakukan penanaman modal langsung (direct investment) untuk pembukaan usaha di daerah yang juga menghasilkan multiplier effect.

Talent adalah sumber daya manusia seperti tenaga kerja ahli (berketerampilan) yang dapat mendorong pembukaan usaha baru yang juga berdampak secara multiplier effect.

Developer adalah pengembang yang berkontribusi terhadap pertumbuhan usaha dan pembangunan daerah, juga multiplier effect.

Organizer adalah penyelenggara yang turut memasarkan dan mengembangkan potensi daerah melalui berbagai kegiatan yang disebut MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

Keberadaan ketujuh elemen ini (RTTI-TDO) akan dipengaruhi oleh kondisi suatu daerah. Semakin baik kondisi di daerah tersebut maka semakin tumbuh-berkembanglah para pelanggan ini yang akhirnya memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Oleh karena itu pemerintah daerah perlu melakukan upaya-upaya untuk menawarkan daya tarik dan kenyamanan kepada para pelanggan ini.

_______

Lebih lengkap materi ini terdapat dalam buku “Menakar Promosi Daerah (2018)”

Rp 35.000

Tidak ada perusahaan yang membantah bahwa promosi itu penting. Setelah pengelolaan pemerintah modern menggunakan pendekatan strategic-entrepreneurship, maka organisasi pemerintah berlaku bak sebuah kewirausahaan. Saat efektivitasnya dipertanyakan, maka teori dan dasar hukum perlu dibuka kembali untuk menakar promosi daerah yang ideal.

Buku ini mengingatkan kembali akan pentingnya promosi bagi daerah dengan menggunakan pendekatan ilmu pemasaran untuk kemudian merumuskan konsep promosi daerah yang ideal.

Untuk pemesanan buku silahkan email ke bergmansiahaan@gmail.com

Please follow, like, and share this page:

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *