PROSA

Kebun Binatang

Sebuah kebun binatang yang hampir tutup melakukan perombakan manajemen. Direktur yang baru berencana menambahan koleksi satwa. Rapat pun digelar untuk mendengar paparan direksi dan meminta persetujuan yayasan yang ternyata ber-langsung alot dan tidak menemui titik temu.

Direktur : Saya akan mendatangkan gajah Afrika. Gajah ini merupakan jenis yang terbesar di dunia sehingga akan menarik minat pengunjung.

Anggota : Saya rasa itu tidak tepat. Ukurannya sangat besar. Bobotnya saja mencapai 6 ton. Akan sulit membawanya apalagi sangat jauh dari Afrika. Kalau pun bisa akan menghabiskan banyak biaya. Belum lagi perawatan dan makanannya.

Direktur : Bagaimana dengan harimau benggala? Ini spesies lengendaris dan terkenal. Tubuhnya besar dan habitatnya pun tidak jauh dari sini sehingga biaya transportasinya tidak terlalu mahal dan mudah beradaptasi dengan iklim di sini.

Anggota : Mengapa kita harus menonjolkan harimau impor sementara kita punya harimau Sumatera? Seharusnya kita dukung satwa lokal agar semakin dikenal oleh dunia internasional.

Direktur : Baiklah, saya juga berencana mendatangkan kangguru. Hewan ini sangat ikonik. Setiap orang akan mengasosisasikannya dengan Australia, dan setiap orang yang ke Australia ingin melihat hewan ini. Kenapa tidak kita tampilkan di sini?

Anggota : Selain dilindungi, kangguru itu juga berbadan besar. Mengapa tidak walabi saja? Tubuhnya lebih kecil dari kangguru dan pemeliharaannya lebih mudah. Bentuknya tidak terlalu berbeda.

Direktur : Kalau koala bagaimana? Ini juga eksotis. Pengunjung pasti suka karena lucu, seperti boneka.

Anggota : Bah, koala itu rentan terhadap penyakit manusia. Susah merawatnya. Nanti sampai di sini malah cepat sakit dan mati. Itu pilihan yang salah.

Direktur : Sebentar, biar saya selesaikan dulu… Panda juga ada di daftar kami. Ikon Cina dan tampak lucu. Kita sudah menjalin komunikasi dengan kebun binatang di Cina. Mereka bersedia ditukar dengan satwa khas daerah kita.

Anggota : Wah, kenapa harus dari Cina? Apakah tidak ada hewan endemik lainnya yang ada di negara serumpun? Lagian apa  Saudara pikir mendatangkan panda itu mudah? Mereka sangat protektif. Banyak persyaratannya, seperti standar lingkungan bahkan suhu ruangan pun dipermasalahkan. Kebijakan Saudara ini muluk-muluk.

Direktur : Ada ungkapan, “Semakin berat perjuangan, maka semakin manis hasilnya”. Tidak ada keberhasilan yang diperoleh dengan mudah. Semua ada tantangannya dan tantangan itu yang harus kita lewati. Mungkin akan sulit di awal tetapi menguntungkan di masa mendatang. Semua hal di dunia ini ada plus dan minusnya. Kita jangan selalu melihat sisi negatifnya saja.

Rapat pun diskors karena sudah tiba waktu istirahat. Seorang teman anggota tersebut menghampiri dan bertanya, “Mengapa kamu keras sekali menentang semua kebijakannya?”

“Memang itu fungsi kita, sebagai alat kontrol dan penyeimbang.”

“Semua satwa itu kan ada kelebihan dan kelemahannya?” lanjut temannya lagi.

Anggota tersebut tertawa jenaka.

“Semua satwa yang disebutkan tadi itu memang bagus… Kalau saya yang mendatangkannya.”

Please follow, like, and share this page:

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *