KELUARGA PROSA

Ibu, Aku Selalu Akan Kembali

Dear Ibu,

Apa kabarmu…

Semoga surat ini menemuimu dalam keadaan sehat dan membuatmu semakin bahagia. Tak mudah membuat surat untuk Ibu karena berjuta kata indah pun tak akan cukup untuk menumpahkan semua rasa padamu.

Di kesempatan yang langka ini aku hanya ingin menyaksikan betapa Ibu adalah susu dari tubanya aku yang jarang menelepon, hampir tak punya waktu untuk Ibu, karena duniaku yang semakin terasing bagimu.

Aku tak pernah cukup kuat untuk membantu dan tak pernah cukup mampu menolong di saat Ibu kesulitan apalagi sakit. Sering aku merasa tanganku lemah dan kakiku lunglai jika Ibu kesusahan.

Padahal Ibu selalu ada sejak aku ada. Jika kuingat sewaktu kecil waktumu habis kusita. Ibu tinggalkan duniamu untuk masuk ke duniaku. Ibu tinggalkan relasi jika harus berurusan denganku.

Kalau aku ada masalah, Ibu selalu bisa hadir. Waktu aku sakit, Ibulah dokter terbaikku yang selalu tahu obatku. Ibu selalu berusaha terlihat kuat di depanku walau kadang dalam getir. Ibu tambahkan berat pikulanmu dengan mengambil beban-bebanku

Hingga kemudian aku bertumbuh tahun demi tahun, dasawarsa demi dasawarsa, bermigrasi ke zaman yang terlihat pararel yang seakan terisolasi darimu. Zaman dimana aku sering mengacuhkanmu karena urusan yang selalu menyanderaku.

Tetapi sesungguhnya hati dan jiwaku takkan pernah jauh darimu, Ibu. Doa dan tangis terkerasku hanya untukmu. Setinggi apa pun melompat, aku kan jatuh ke kaki Ibu dan sejauh apa pun melangkah, aku akan kembali ke pangkuanmu.

Karena darimu aku terlahir, kepadamu juga aku tertidur. Cintaku tak pernah surut untukmu. Kemarin, sekarang, dan selamanya.

 

Ilustrasi: pixabay.com

Please follow, like, and share this page:

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *