PENDIDIKAN

Gimana Sih, Interview NZS Itu?

Selamat! Kalau kamu buka artikel ini, patut diduga kamu sudah lulus psikometri dan masuk ke tahap interview hehe… Jadi selamat, yah. Sebelumnya saya sudah tulis catatan perjalanan saya mencoba New Zealand ASEAN Scholarship. Kalau belum baca, sila lihat di link berikut ini:

Roller Coaster Itu Bernama: New Zealand Scholarship (Bagian 1)
Roller Coaster Itu Bernama: New Zealand Scholarship (Bagian 2)
Kiat Membuat Esai untuk Beasiswa

Oke, lanjut. Banyak yang tanya, “Gimana sih, sesi interview-nya? Sharing dong, Bang.” Siap! Berikut ini adalah kesan dan pesan saya tentang tes wawancara New Zealand Scholarship (NZS).

Lokasi interview hanya ada di Jakarta. Kamu harus datang dengan biaya sendiri karena pihak NZS tidak menyediakan dana untuk tranportasi. Tetapi jangan kuatir, mereka bersedia kok, wawancara via Skype. Nah, kamu bisa pilih, mau tatap muka atau online.

Setau saya, selama ini pertanyaan yang diajukan adalah seputar esai yang ditulis saat seleksi berkas. Kalau kamu sampai tidak menguasai materi esai sendiri, wajar jika tim penilai meragukan dirimu. Selain tentang esai, ada juga pertanyaan tentang hal-hal yang umum dan yang berkaitan dengan integritas tetapi hanya satu atau dia pertanyaan. Misalnya mengenai sikap kamu terhadap plagiarisme atau situasi yang berkembang sekarang ini. Kemungkinan ada peningkatan kesulitan di seleksi tahun ini, bisa saja terjadi. Pelamar semakin banyak karena keterbukaan informasi sekarang ini jadi bisa saja standar seleksi diperbabarui lagi. Tetapi santai aja… Rejeki gak kemana kan? Hehehe…

Tim penilai mungkin tidak akan melakukan tes terlalu dalam soal akademik. Biasanya hanya kompetensi sesuai profesi kamu. Misalnya, karena saya bekerja di Dinas Perijinan, interviewer bertanya tentang teknis seputar perijinan dan apa kendalanya. Jadi kesimpulan yang saya dapat, tim penilai ingin mengetahui daya kritis disamping keterlibatan dan kontribusi kamu di pekerjaan. Kan, judulnya mereka mencari orang-orang yang sudah dan akan berkontribusi utk pembangunan negara atau daerah? Tidak tertutup kemungkinan pula untuk muncul satu pertanyaan yang berkembang dalam obrolan saat wawancara.

Menurut saya, bahasa Inggris bukan menjadi penilaian yang utama, karena sudah ada evidence skor IELTS/TOEFL. Jika pun bahasa Inggris kamu “parah”, New Zealand Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT) selaku pemberi beasiswa, akan memberi kesempatan kursus sampai enam bulan! Tetapi yah, kalau speaking kamu sampai menyulitkan mereka untuk mengerti apa yang kamu sampaikan saat wawancara, kan jadi kerugian tersendiri? (Heueheuheu… sama aja ya)

Santai aja… Yang penting istirahat yang cukup dan kalau memilih menggunakan aplikasi Skype, lebih baik siapkan ruangan yang “steril” agar bebas gangguan dan kamu bisa fokus saat ditanya. Saya dulu gugup, speaking pun berantakan, tapi puji Tuhan lulus juga, hehe… Baiklah, teman-teman sekalian dimana pun Anda berada, demikian pendapat saya tentang tes wawancara NZS. Sekali lagi, ini adalah pendapat pribadi. Teman-teman peraih NZS lain bisa saja punya cerita yang berbeda. Akhir kata: Semangat dan good luck!

 

Jika ada yang perlu, boleh hubungi saya melalui, 

FB: Bergman Siahaan

Email: bergmansiahaan@gmail.com

Please follow, like, and share this page:

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *